Langkah Awal Calon Guru

 Cerita Kuliah Langkah Awal Calon Guru

Hafizin Alzam (11901351)

Hi bro and sis, Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh perkenalkan saya hafizin alzam, orang tua saya memberikan nama ini karena ingin saya menjadi orang yang baik. Arti nama saya tdak tau persis apa artinya tapi saya mencari arti nama saya adalah pengafal yang penyantun atau hafizin juga bisa dimaknai juga dengan penjaga, penjaga hafalan. Saya adalah seorang anak laki - laki yang lahir di sambas tanggal 6 bulan mei tahun 2000, hari sabtu, pukul / jam 04.20 WIB. 

Ada suatu cerita yang menarik yaitu ketika ayah saya ingin membuatkan akta kelahiran untuk saya, ayah saya itu lupa kapan tanggal dan lahir saya dia ingatny 6 dengan 5, 6 yang bulan lahir saya atau 5 yang bulan lahir saya, jadi karena sedikit lupa ketika itu dia langsung menyebutkan dan membuat akta kelahiran saya menjadi tanggal 5 bulan juni yang seharusnya tanggal 6 bulan mei, dan hingga saat ini semua ijazah, ktp, sim, kartu keluarga mengikuti akta kelahiran yanh tertulis salah, dan hingga saat ini juga saya masih bingun ketika ditanya tanggal lahir. Ada satu kejadian di perkuliahan saya daan ketika ingin menulisakan tanggal lahir di siakad saya juga lupa saya ingatnya tanggal lahir asli atau yang palsu jadi saya menuliskan tanggal 6 juni yang seharusnya disitu tertulis tangal 5 bulan juni, jadi sampai saat ini masih belum saya ubah. 

Saya kuliah di IAIN Pontianak setelah bebera tahun menempuh pendidikan formal dan pada saat tahun 2019 saya mebempuh dunia perkuliahan. Pada masa sekolah di madrasah Aliyah insan cendiak sambas saya masuk di kelas mia atau matematika dan ilmu pegetahuan alam yang notabendenya belajar tentang hitunh hitungan dan ilmu alam selama 3 tahun. Ketika saya tes untuk masuk ke perguruan tinggi, saya disuruh untuk masuk ilmu pemerintahan untan, ketika saya mendaftar kan diri saya. Saya sangat fruastasi apakakah ingin tes sosial humaniora yang di suruh orang tua saya dan belum saya pelajari sama sekali di bangku sma atau saintek yang saya pelajari selama 3 tahun. Akhinya setelah saya berfikir bahwa ridhallahi fi ridal walidaini wa sukhtullahi fi sukhtil walidini yaitu bahw rida allha tergantung pada rida orang tua dan murka allah tergantung pada murkanya orang tua. Jadi saya memilih soshum atau sosial humaniora yang tidak pernah saya pelajari, saya belajar apa yang dipelajari anak ips selama 3 bulan dengan tujuan yang sama yaitu untuk membahagian kedua orang tua saya, saya tidak tau sama sekali tentang apa yang saya baca rasanya sia sia belajar karena tidak ada yang melekat di otak saya. Saya belajar dengan rajin hingga tibalah waktu tes dimulai. 

Pada saat itu saya betangkat ke pontianak 2 hari sebelum tes dimulai, saya dan kawan kawan berkeliling ke pontianak menggunakan google maps karena pada saat itu kami tidakk tahu sama sekali jalan pontianak, kami memutari ponntianak tidak bosan bosan, kami pergi ke mall, ke water front dan juga tempat bersantai – santai yang ada di pontianaj

sebelum mendaftatkan diri saya ke IAIN Pontianak saya punya berbagai macam pilihan yang di suruh oleh orang tua saya yang sebagain besar tidak ada hubungannya dengan jurusan saya ketika di Madrasah Aliyah atau SMA. seperti, Ilmu pemerintahan yang ada di untan, ilmu pemerintahan yang ada di Jogja, Farmasi di jogja, Teknik sipil. 

Pada saat tes, karena duhulu waktu Madrasah aliyah insan cendekia sambas saya mengambil jurusan ipa dan dengan penuh usaha saya hrus belajar ips selama berapa bulan...pada saat tes soshum saya sama sekali tidak tahu apa jawabannya, tidak tahu sama sekali. Satu persatu soal saya lewati, saya berdoa semoga apa yang saya klik betul semua, saya menunggu mukjizat yang muncul. Soal demi soala saya baca, saga ulangi terus menerus karena tidak paham apa yang saya baca. Dengan penuh percaya diri dan keberuntungan satu persatu soal saya jejaki, saya pilih sesuatu yang menarik di situlah saya pilih jawabannya. Hingga waktu tes berakhir dan keluar dengan perasaan tidak bersalah sama sekali karena semua soal saya jawab dengan hanya mengharao keberuntungan dari Allah swt. Semua yang saya pelajari tidak ada yang menyakut sama sekali. Se pulang nya saya dari tempat tes, saya dan tema teman langsung pergi ke mall untuk mencari hiburan agar tidak kefikiran lagi dengan soal- soal dan jawaban yang telah di baca dan di jawab. Sembari menunggu waktu tes yang kedua bukannya kami belajar melainkan jalan jalan dan nongkrong terus bersama teman teman. Hingga akhirnya nilai tes kami keluar dan saya mendapatkan nilai 450 dan dinyatakan tidak lulus. Saya pun tidak pantang menyerah saya lalu melanjutkan tes ke iain pontianak. Dan saya memilih iain pontianak sebagai tujuan saya yang sesuait inteuksi yang telaha orang tua saya pilih yaitu prodi atau jurusan pendidikan agama isalam. saya mendaftar kemudian tes.

Pada saat tes di IAIN Pontianak saya pergi bersama teman teman sma say, teman teman pada saat saya sekolah di Madrasah Aliyah Insan Cendekia Sambas dulu, dan sampai kini masih akrab sperti saudara kandung sendiri. Pada saat sebelum tes ketika hari pendaftaran hampir bwrakhir saya lalu bertanya kepada teman saya rizki faturrahman dengan sapaan akrab bro atau fatur. “bro masok mane kau” fatur pun menjawab “maseh nunggu hasil tes keluar” saya pun memberi saran lagi “ bagus kau daftar IAIN Pontianak, sambel nunggu be, biar kite satu kelas” kata ku kepada Rizki Faturrahman “ boleeh, gas lah daftar, bile pendaftarannye tutup ?” saya pun menjawab “ h-1 udah bro, cepat cepat lah daftar”. Dengab penuh semangat fatur menjawab “gaas” yang artinya oke saya dan dia pun segera mendftar dan mengurus semue keperluan seperti berkas berkas, foto dan lain lain sebagai nya. 

Hingga waktu tes pun dimulai saya dan teman teman dari sekolah yang sama melanjutkan tes kami ke IAIN pontianak, dengan soal yang diberikan cukup gampang bagi kami, dengan rasa yakin dan benar kami menjawab pertanyaan yang berbasis agama islam. Setelah beberapa minggu menunggu hasil kami pun dinnyatakan lulus masuk ke kampus IAIN Pontianak. Disana kami banyak memiliki teman baru, yang memiliki sifat dan karakter yang berbeeda beda.

Sejak 2019-sekarang yaitu tahun 2022, banyak sekali kejadi kejadi di kelas yang mebuat saya dan teman teman karena tindakan dosen yang menurut kami tidak wajar. Banyak dosen yang memberikan nilai asal asalan sementara kami sudah mati matian mengerjakannya, seperti kejadian yang saya alami. Waktu itu kami di bagi kelompok menjadi beberapa orang, dan tiap orang dalam satu kelompok tersebut diurutkan dari yang mengelist nama. Nama saya hafizin alzam di urutan pertama dan kelompok pertama. Kami ditigaskan untuk mencari silabus lalu resmi yang ada di sekolah lalu setelah itu kami ditugaskan untuk membuat rpp lengkan setelah itu di presntasikan dengan cara seolah olah menjadi guru di depan kelas. Karna saya kelompok satu dan orang pertama yang akan maju minggu depan, saya dan teman teman satu kelompok yaitu riskiansah, nurhafiza dan nurdiana begegas untuk membuat rpp, langkah pertama yang kami lakukan adalah mencari sekolah yang dituju untuk mendapatkan silabus yang asli dari sekolah tersebut yang bercap sekolah dan bertanda tangan kepala sekolah. Sekolah yang kami jadikan tujuan sebagai referensi silabus adalah MTs. N 2 Pontianak. Asalasan kami mengembil Mts N. 2 adalah pertama karena dekat dengan tempat tinggal kami semua, yang kedua karena kami sudah pernah kesana pada saat mata kuliah magang 1 yang di ampu oleh ibu farninda aditya, dia juga merupakan dosen pembimbing saya, namun saya masih belum pernah bertemu dia secara langsung. Ok lanjut ke cerita. Langkah kedua setelah memilih sekolah adalah, kami pergi ke MTs. N 2 Pontianak untuk mengirimkan surat izin untuk melihat silabus.

Sesampainya saya dan teman teman di sana, kami pun bertanya kepada guru piket yang ada didepan untuk meminta penjelasan dimana kami harus memasukkan surat untuk izin meminta silabus, kami pun di arahkan ke ruangan guru. Disana saya dan teman teman meminta izin lalu menyerahkan surat yang berisi izin untuk meminta silabus. Setelah berbincang bincang dengan guru tersebut kami pun diarahkan bahwa kami harus menunggu waktu kurang lebih 2-3 hari untuk memasukkan surat izin dalam hal meminta silabus dari sekolah MTs. N 2 Pontianak, kami pun mendengar info dan arahan bahwa kami menunggu peberitahuan dari sms atau chat wa nanti. Mendengar hal itu kami pun pulang kerumah masing masing atau ke tempat tinggal masing – masing untuk mempersiapkan presentasi sebelum hari h atau hari sebelum kami presentasi. Berbagai persiapan pun kami lakukan dari merancang kostum atau pakaian yang akan kami tampilkan sebagai sebagai seorang guru, memakai sepatu berhak dan lain sebagianya. Sesampainya saya dan teman teman di sana, kami pun bertanya kepada guru piket yang ada didepan untuk meminta penjelasan dimana kami harus memasukkan surat untuk izin meminta silabus, kami pun di arahkan ke ruangan guru. Disana saya dan teman teman meminta izin lalu menyerahkan surat yang berisi izin untuk meminta silabus. Setelah berbincang bincang dengan guru tersebut kami pun diarahkan bahwa kami harus menunggu waktu kurang lebih 2-3 hari untuk memasukkan surat izin dalam hal meminta silabus dari sekolah MTs. N 2 Pontianak, kami pun mendengar info dan arahan bahwa kami menunggu peberitahuan dari sms atau chat wa nanti. Mendengar hal itu kami pun pulang kerumah masing masing atau ke tempat tinggal masing – masing untuk mempersiapkan presentasi sebelum hari h atau hari sebelum kami presentasi. Berbagai persiapan pun kami lakukan dari merancang kostum atau pakaian yang akan kami tampilkan sebagai sebagai seorang guru, memakai sepatu berhak dan lain sebagianya.

Sebelum hari presentasi semakin mendekat saya san kawan kawan mepersiapkan pakaian yang di perintahkan untuk memakainya sebagai tambahan nilai, seperti baju berkerah layaknya seorang guru, celana kain, ikat pinggang dan sepatu berhak atau sepatu pantofel. Karena saya dan teman saya belum mempunyai sepatu, kami pun merancanakan bahwa hari besok kami akan ke tempat penjual barang barang second. Keesokan harinya saya, Riskianysah, dan Rizki Faturr Rahman mencari tempat, tokoh dan orang yang berjualan barang barang second atau kami mentebutnya lelong. Kami mencari tempat penjual dan toko barang barang second. Hasilnya tidak ada sama sekali sepatu second/lelong yang kami dapatkan. Hari itu kami menyerah dan melanjutkan keesokan harinya lagi dan masih juga tidak mendapatkan hasil dan sampai keesokkan harinya lagi saya dan teman teman satu kelompok pergi ke sekolah MTs. N 2 untuk meminta Rpp. Disana kami masuk seperti biasa, memarkirkan motor lali meminta izin ke satpam untuk masuk karena kami sudah datang kemarin untuk tuujuan yang sama, lalu kamj ke guru piket untuk meminta arahan harus kemana kami akan pergi, lalu kami diarahkan untuk keruang pak mulyadi, kami pun segera kesana dan menacari ruaangannya kesana kemari dan kami pun tidak mendapatkan hasil atau kami tidak menemukan mana dan dimana ruangan pak mulyadi, hingga akhirnya kamu ke guru piket lagi untuk menginfokan bahwa pak mulyadi tidak ada diruangannya. Guru piket pun langsung menelpon pak mulyadi, hingga akhirnya guru piket mendaapatkan info dari pak mulyadi dan member tahukan kepada kamu bahwa beliau ada kesibukan di luar, dan kami pun di perintahkan untuk menunggu dan memerinthkan kami agar besok kembali lagi lebih awal. Dengan perasaan biasa saja kami pun masih tetap bersemangat untuk mendapatkan Silabus dari MTs. N 2 Pontianak itu.  Kami pun pulang dan keesokan harinya datang lagi ke MTs. N 2 Pontianak dengan tujuan yang sama yaitu untuk meminta silabus. Kami pun datang lagi keesokan harinya sekitar jam 9 pagi kami datang kesana ke MTs. N 2 Pontianak. Seprti biasa kami memarkirkan kendaraan kami, lalu meminta izin ke satpam, lalu kami meminta izin ke guru piket dan meminta arahannya, kami pun di arahkan ke lab. Kompoter tempat pak mulyadi sekarang berada dan sudah menunggu kami, oh iya pada hari itu hanya saya dan Nurhafiza yang pergi ke sana katena teman teman yang lain ada kesibukan yang tidak bisa diundur. Saya dan nurhafuza segera ke ruangannya untuk meminta silabus, saya dan Nurhafiza pun segerra menuju ke sana ke tmpat pak mulyadi berada. Saya dan rekann saya yaitu nurhafiza pun sampai ke tempat pak mukyadi berada. Kami mengetuk pintu dan mendagangi langsung pak mulayadi lalu kami menceritakan tugas tugas kami yang diberikan dari pam rustam. Lalu setelah berbincang bincang kami pun di berikan silabus berbentuk soft file, Nurhafiza lalu memberikan nomornya kepada pak mulyadi agar pak mulyadi bisa mengirimkannya dan memberikannya kepada kami. Tidak sampai lima belas menit kami bertemu bilau, kami mendapatkannya sangat mudah namun proses memasukkan surat dan bertemu beliau itu sangatlah susah. Setaelah mendapatkan sulabus kamu pun segera bergegas untuk menyusun Rpp. Siang harinya kami 1 kelompok yaitu Nurdiana, Nurhafiza, berkumpul di sebuat cafe untuk membuat RPP yang sudah kami dapatkan dari sekolah. Kami di sana mengerjakan sedikit demi sedikit sampau akhirnya datang waktu maghrib pun belum selesai mengerjakannya. Kami melanjutkan keesokan harinya sembari latihan karena waktunya sangat mepet dengan hari h atau waktu kami presentasi. Tiba lah kami di keesokan harinya. Kawan kawan datang ke kontrakan saya yang berada di paris 1 sekitar jam 2 mereka semua berkumpul untuk menyelesaikan RPP lalu latihan. Kami latihan bagaimana cara menjadi seorang guru, bagaimana kata kata yang saharusnya dan tidak boleh kami ucapkan, seperti bagaimana cara mengabsen siswa, oh iya karena kami kelompok 1, saya dan kawan kawan mendapat bagian pembukaan dalam kegiatan pembalajaran yang didalamnya ada orientasi, apersepsi, prites, motivasi dan menyampaikan tujuan. Satu persatu bagian kami pelajari bagaimana cara orientasi yang benar, bagaimana apersepsi yang benar, bagaimana prites yang benar bagaimana menyampaikan tujuan yang benar. Seperti contohnya orientasi itu aeperti mengucapkan salam, membaca doa, membersihkan kelas sebelum memulai pelajaran, bertanya apakah ada yang tidak masuk, atau mengabsen siswa siswi, lalu kalau ada yang tidak masuk ditanya kemana kepada siswa siswi lain jikalau sakit, sebagai guru kita mengajak siswa siswi lain untk mendoakan dia agar sembuh dan di angkat dari penyakitnya dan semoga menodakan agar dapat segera masuk kekelas untuk belajar bersama-sama. Setelah itu kegiagan apersepsi seperti bertanya atau mengingatkan kembalai pelajaran minggu lalu atau menjembatani pelajaran minggu lalu dan dihubungkan dengan pelajaran yang akan di pelajari dan bertanya tentang pelajaran yang telah di pelajari, sebagai contoh anak-anak minggu lalu kita telah mempelajari asmaulhusna yang al-al – aziz dan al – ghaffar. Ada yang masih ingag apa arti al azizi atau apa arti al ghafar. Nak selajutnya kita akan mempelajari asmaul husna yang al mukmin dan al qayyum. lalu langkah selanjutnya setelah orientasi, apersepsi adalah prites, kegiatan pembukaan pembelajaran prites yaitu bertanya kepada siswa dan siswa tentang pelajaran yang akan di pelajari. Sebagaj contoh, anak anak ada yang sudah beljajar semalam, ada yang tau apa pengertian dari al qayyum atau apa arti dari al mukmin. Langkah selanjutnya dalam kegiatan pembukaan adalaah motivasi. Motivasi itu ada beberapa macam seperti motivasi mengaitkan cerita di kehidupan nyata dengan kisah nabi atau kisah orang hebat, selanutnya ada motivasi pemberian hadiah, selnjutnya ada motivasi kultur atau bidaya lalu ada motivasi intimidasi, sebagai contoh motivasi intimidasi adalah, baik anak anak hari ini kita akan mempelajari asmaul husna yang al- qayyum. Apa anak anak ? kita akan mempeljari apa ?. di perhatikan yaaa di akhir pembelajaran nanti bapak akan memberikan pertanyaan secara acak terkait materi yang kita pelajari hari ini, apabila tidak bisa menjawab akan bapak hukum melompat di sungai atau melompat dari atas tebing ke bawah. Dengan tujuan dari pemberian motivasi adalah agar anak murid atau siswa siswi menjadi fokus dalam pembelajaran yang akan kita ajarkan nantinya kepada mereka dan anak anak pun dapat menyerap materi yang diajarkan agar nantinya bisa berkesan dan melekat hingga mereka tumbuh besar dan dapat menyalurkannya juga ke orang laian. Tahap selanjutnya seletah orientasi, apersepsi, pritetes dan motivasi adalah menyampaikan tujuan pembelajaran, denngan harapan setelah pemberian pertnayaan lalu dilanjutkan dengan motivasi nantinya tujuan pembelajaran dapat tersampaikan artinya, tujuan pembelaran ini akan menjadi pasokan mereka atau ilmu tambahan bagi mereka agar mereka mengingat selalu materj yang disampaikan. Itulah beberapa tahapan pembukaan yang kami pelajari agar mendapat nilai yang baik dannl terbaik dari pak rustam seperti tahapan orientasi, apersepsi, prites, motivasi lalu menyampaikan tujuan. 

Kami pun berlatih satu persatu dari kami latihan di depan dan bagin dari kami menjadi siswa siswinya. Latihan kami dilkukan secafa berualang ulang agar nantinya. Samapi jam 8 malam kami lagtihan untuk besok, oh iya hari itu adalah hari pertama dan terakhir kami latihan yaitu di hari minggu karena makulnya hari senin pagi jam delapan, teman teman pun pulang kerumahnya lalu tidur agar keesoakan dalam kondiai prima. Oh iya paginya sebelum saya dan latihan tepatnya di minggu pagi. Aku, Riskianyah atau akrab disapa raskot dan Rizki Faturr Rahmana yang saya panggil fatur atau bro. Kami pergri ke tempat menjual barang second atau lelong dengan tujuan yang sama di awal adalah untuk membeli sepatu berhak untuk presentasi besok hari agar penampilan layaknya seperti seorang guru karena kami mengambil prodi pendidikan agama islam yang lulusannya adiharapkan menjadi seorang guru yang kompeten. Saya, raskot dan fatur pergi ke jeruju sekitar jam 7 pagi, sesampainya disana kami memarkirkan motor danelihat berjalan ke ujung sepatu lelong yang kami cairi atau pantofel. Kami berjalan dan melihat lihat satu persatu tempat kami datangi kami lihat sepatu sepatu yang sangat banyak sekali sampai bingung dan pusing mau melihat yang mana dulu sampai lupa tujuan kami yaitu untuk mencari sepatu pantofel. Kami tersadar dan menemukan kumpulan sepatu ber hak untuk laki laki, kami lihat, raba dan terawang satu persatu, dari tokoh satu tidak kami jumpai satu pun yang pas dengan kaki dan gaya atau style anak muda atau guru muda hingga akhirnya kami menyerah dan tidak mendapatkan hasil dalam menemukan sepatu untuk prsentasi besok, kami pun pasrah dengan keadaan dan melanjutkan perjalan kami tapi tidak ada tujuan untuk membeli apa pun, kami berjalan ke ujung dan saya melihat topi yang bagus saya pun tertarik untuk membeli karena pada saat itu kepala saya botak, bukan botak gimana ya, karena orang yang mencukur rambut saya atau tempat barber yang saya datangi salah memotong rambut saya, saya meminta nya untuk memotong two bloc lalu di potongnya dengan gaya france crop yaitu gaya poni rata didepa karena hal itu saya tidak percaya diri dengan penampilan dan memutuskan untuk membeli topi untuk menutupi kepala saya. Setelah itu kami pun segera pulang ke rumah masing masing dan sorenya sekitar jam 2 kami latihan yang sesuau cerita saya diatas dalu kami selesai sekitar jam 8 malam dan beristirahat untuk pagi besok presntasi. 

Tibalah kami di hari senin, saya bangun lebih awal dari biasanya lalu mempersiapkan diri untuk berangkat ke kampus. Setelah perasiapan di selesaikan lalu ada satu hal penting yang dilupakan yaitu mengeprint rpp yang telah di buat kami pun segera mengeprint rpp, disaana kami mengantri hingga akhirnya kami terlambat 15 menit datang ke kampus. Kami pun di marahai, lalau tanpa basa basi kami langsung memberikan silabus dan rpp yang telah kami buat. Satu persatu dari kami maju hingga akhirnya selsai presentasi dan pak rustam mengomentari hasil kerja kami. Kami pun dimarahi karena termasuk saya, karena satu saya berpenamilang tidak menggunakan sapetu formal layaknya seorang guru, keduq karena silabus tidak bercap sekolah dan bertanda tangab sekolah. Dia mengatakan bahwa silabus tidak jelas dan pastinya RPP juga tidak jelas. Itulaha beberapa komentar yang dilontarkan kepada saya. Dari hal itu saya belajar bagaimana cara menjadi seorang guru yang baik, yang bisa membimbing peserta didik agar bisa melekatkan ilmu pengetahuab kepada mereka. Semoga nantinya saya dan rekan rekan seya bisa menjadi guru yang bisa dibangakan oleh siswa dan dapat bermanfaat bagi kehidupan mereka kelak.


Komentar